Islamiq.sg

Kamu Lebih Alim Dari Imam Fulan?


Jawapan Emas Ibnu Taimiyah Terhadap Tuduhan "Kamu Lebih Alim Dari Imam Fulan"?

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rhm berkata:

Jika dikatakan kepada orang yang mengajak kepada hidayah dan petunjuk:
"Kamu yang lebih ALIM ataukah Imam Fulan?!",

Maka ini adalah bantahan yang salah, karena Imam Fulan dalam masalah ini telah diselisihi oleh imam-imam lain yang sederajat dengannya.

Memang aku tidak lebih alim dari imam ini dan imam itu, akan tetapi kedudukan mereka di sisi imam-imam yang lain, seperti kedudukan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Ibnu Mas'ud, dan lain-lain di sisi imam-imam yang lain...

Jadi sebagaimana para sahabat satu dengan yang lainnya sebanding dalam masalah-masalah yang diperselisihkan (dan apabila mereka berselisih dalam sebuah masalah, maka apa yang mereka perselisihkan dikembalikan kepada Allah dan Rasul meski sebahagian dari mereka lebih alim dalam masalah-masalah yang lain), begitu pula masalah-masalah yg diperselisihkan oleh para imam.

Orang-orang telah meninggalkan pendapat Umar dan Ibnu Mas'ud dalam masalah tayamumnya orang junub, dan mereka mengambil pendapat orang yang di bawah keduanya seperti Abu Musa Al-Asy'ari dan yang lainnya kerana dia berdalil dengan KITAB dan SUNNAH.

Orang-orang juga telah meninggalkan pendapatnya Umar dalam masalah diyatnya jari-jemari, dan mereka mengambil pendapatnya Mu'awiyah, kerana ada dalil SUNNAH bersamanya, bahawa Nabi shallallahu alaihi wasallam mengatakan: "Jari ini dan dari itu sama sahaja"…

Jika pintu (perkataan seperti) ini dibuka, tentu perintah Allah dan dan RasulNya akan ditingggalkan, dan setiap imam di tengah para pengikutnya akan menjadi seperti Nabi shallallahu alaihi wasallam di tengah-tengah umatnya, dan ini merupakan tindakan mengubah agama, mirip dengan keadaan Kaum Nasrani yang dicela Allah dalam firmanNya (yg ertinya):
"Mereka telah menjadikan orang-orang alimnya (Yahudi) dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, demikian juga terhadap Almasih Putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah yang satu, yang tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Dia, maha suci Dia dari apa yang mereka persekutukan". [Surat Attaubah: 31]

Wallahu subhanahu wata'ala a'lam, dan segala puji hanya bagi Dia semata.

[Majmu'ul Fatawa: 20/215-216]

~ dari Ustadz ad-Dariny hafidzahullah (https://www.facebook.com/addariny.abuabdillah)
0 comments:

Search IslamIQ.sg

Visitors:

Facebook

YouTube

Subscribe By Email


Facebook

YouTube

Subscribe By Email

www.fawaaid.sg