Islamiq.sg

Syaikh al-Albani - Mufti Yang Jahil Akan Berkata Setiap Masalah Ada Dua Pendapat

Labels: , ,

Seringkali kita mendengar seorang agamawan ataupun badan fatwa secara mudah menyatakan:
"Para ulama berbeza pendapat mengenai hukum ini, dan masyarakat Islam bebas memilih berdasarkan pandangan ulama yang diyakininya."


Berikut pandangan Syaikh al-Albani rahimahullah mengenai golongan yang sering bersikap sedemikian.



Di masa lalu, ada seorang yang dianggap mufti (ahli fatwa) oleh manusia. Dia tidak boleh menjalankan tugasnya kerana hendak safar, maka anaknya diminta menggantikan tugasnya selama dia safar. Bapanya sedar bahwa dia (anaknya) tidak tahu apa2 tentang ilmu syariat atau yang berkaitan majlis fatwa.

Si Anak berkata: "Wahai bapaku, bagaimana ini?"

Bapanya menjawab: "Jangan risau, saya akan beri satu petunjuk yang membuat engkau selamat sampai aku kembali."

Si Anak bertanya: "Apa itu?"

Bapanya menjawab: "Nanti, setiap orang yang bertanya padamu bertanya satu masalah, katakan saja Fil mas-alah qoulani (Dalam masalah ini ada dua pendapat), tidak usah berpanjang lebar.

Misalnya nanti ada orang datang bertanya - "Wahai Tuan Syaikh! Seseorang solat Zuhur kurang rakaatnya, adakah solatnya batal, dan perlu mengulang kembali?" Jawab saja - Ada dua pendapat dalam masalah ini. Selesai.

Ditanyakan "Saya telah mentalaq isteri saya dengan berkata, bla bla bla..." Katakan padanya - dalam masalah ini ada dua pendapat.

Soalan lagi - "Anak perempuan saya mengahwinkan dirinya tanpa kebenaran walinya, adakah nikahnya sah atau batal?" Jawab saja - "Ada dua pendapat dalam masalah ini. Cukup begitu saja.

Kemudian Si Anaknya mengucapkan: "Wahai bapa, jazaakallaah khair." Dan si Bapa pun pergi.

Kemudian datanglah orang2. Begitulah, setiap pertanyaan dijawab sebagaimana yang telah direncanakan tanpa malu dengan jawapan singkat tersebut.

Kemudian di antara mereka ada seseorang yang cerdas, mengetahui bahwa orang ini jahil dan menghkuatirkan pengaruhnya kepada yang lain.

Dan dia meminta seseorang di sebelahnya untuk bertanya: "Apakah pada Allah terdapat keraguan?"

Ketika ditanyakan, Si Mufti itu menjawab: "Dalam masalah ini ada dua pendapat..."

Syaikh al-Albani menyimpulkan bahwa hakikat cerita ini mungkin saja khurafat, tetapi ini nyata seperti realiti sekarang.

Bagaimana manusia menyangka sebahagian orang itu ahli ilmu, ahli fiqih, padahal orang tersebut hanyalah orang jahil, namun disebut oleh manusia sebagai kaum cendekiawan.

0 comments:

Search IslamIQ.sg

Visitors:

Facebook

YouTube

Subscribe By Email


Facebook

YouTube

Subscribe By Email

www.fawaaid.sg