Islamiq.sg

FIQ061: Shaykh al-Uthaymeen - Hukum Insurans Kesihatan



Penyampai soalan: Asuransi kesihatan (health insurance) diharamkan, namun bila tidak mampu kerana biaya pengobatan yang sangat memberatkan bagaimana?

Sheikh al-Uthaymeen: Bagaimana mekanismenya?

Penyampai soalan: Mekanismenya, bila ada yang sakit perusahaan asuransi akan membayar biaya. Di mana bila seseorang tidak memiliki asuransi kesihatan terkadang ia tidak akan diubati, dan bila diubati seringkali harus membayar biaya yang sangat mahal.

Sheikh al-Uthaymeen: Asuransi, bagaimana mekanismenya?

Moderator: Mekanismenya, seseorang harus membayar sejumlah wang tiap bulan, dan ketika ia sakit, maka rumah sakit akan dibayar oleh perusahaan asuransi. Termasuk hal pokok di Amerika bahwa setiap orang mendapatkan asuransi kesihatan kerana engkau tahu bahwa pengubatan adalah mahal sekali, tidak mampu untuk menutupi biayanya kecuali sedikit.

Sheikh al-Uthaymeen: Pertanyaan saya, apabila nasabah (pelanggan) asuransi memberikan lepada perusahaan asuransi, misal lima ribu sebulan dan kemudian ia sihat dari berbagai penyakit setiap tahun, maka siapakah yang untung dan rugi?

Hadirin: Perusahaanlah yang untung.

Sheikh al-Uthaymeen: Misal lima ribu, itu untuk perusahaan. Dan nasabah tidak mengambil faedah sama sekali. Tapi bila ditimpa penyakit yang banyak melebihi dari yang mereka bayarkan, yang untung? Nasabah asuransi.

Maka, akad ini adalah perjudian yang Allah haramkan dalam al-Qur'an al-Karim. Allah menyandingkannya dengan khamar, berhala-berhala dan mengundi (nasib). Allah telah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman,sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhila perbuatan-perbuatan iru agar kamu mendapat keberuntungan."

Penyampai soalan: Sheikh, bila seseorang tidak menggunakan asuransi ini, maka di rumah sakit kemungkinan ia akan ditolak dan mungkin juga tidak akan diubati, sementara kondisinya sangat berbahaya. Maka di sini, setiap karyawan di yayasan-yayasan dan di perusahaan harus memiliki asuransi jenis ini (kesihatan).

Sheikh al-Uthaymeen: Selama hal tersebut dengan ikhtiyar (pilihan sukarela) orang, maka tidak boleh. Tapi bila ia dipaksa, maka bayarlah. Dan ketika ia ada penyakit yang harus diubati, maka ambillah sekadar yang ia berikan kepada perusahaan (asuransi) saja.

Moderator: Ketika nasabah asuransi memberikan premi perbulan (monthly premiums), maka pada hakikatnya dia juga mengambil timbal-balik di mana ada yang disebut dengan perawatan, maka ia pergi ke dokter untuk pemeriksaan umum. Dan bila sakit, maka akan diubati secara penuh.

Hal ini juga dapat dipandang sebagai bentuk saling menanggung (takaful), di mana masyarakat akan membayar premi tertentu dan pada akhir tahun, yang membutuhkan pengubatan akan diberi premi tadi. Dan yang tidak membutuhkan pengobatan, maka ia sebenarnya telah mendapatkan perawatan atau pemeriksaan kepada dokter rutin setiap bulan.

Sheikh al-Uthaymeen: Perjudian adalah tidak boleh. Ia lebih berat dari riba. Kerana Allah mengiringkannya dengan khamar, berhala dan mengundi (nasib).

0 comments:

Search IslamIQ.sg

Visitors:

Facebook

YouTube

Subscribe By Email


Facebook

YouTube

Subscribe By Email

www.fawaaid.sg